Manchester United benar-benar sedang luar biasa. Beberapa minggu yang lalu mereka memang kalah 2-0 dari Liverpool. Namun di pekan selanjutnya, mereka mampu menang 2-0 saat menjamu Blackburn. Sayangnya, di pekan berikutnya mereka kembali harus keluar dengan tertunduk saat dikalahkan 0-1 di Stamford Bridge.
Tapi semua itu sudah berakhir… Tiga pertandingan terakhir dilalui dengan kemenangan minimal 3 gol. Everton menjadi korban yang pertama setelah dipaksa untuk menyerah 3 gol tanpa balas. Kemudian selanjutnya giliran Portsmouth yang digelontor 4 gol dengan hanya mampu memasukkan 1 gol. Dan yang terakhir, tim asuhan salah satu pemain favoritku dulu, West Ham dihancurkan dengan 4 gol tanpa balas.
Pertandingan melawan West Ham dilalui dengan pertaruhan yang luar biasa besar. Seorang temanku pernah bilang bahwa pertandingan sepak bola adalah suatu ketidakpastian, dan dia sempat marah-marah saat pelatih tim favoritnya mencoba bermain aman dan menghindari ketidakpastian itu. Ini tidak berlaku untuk apa yang sudah dilakukan Sir Alex Ferguson kemarin.
Badai cidera dan penyakit yang melanda beberapa pemain bertahan MU membuat Sir Alex tidak punya pilihan lain di lini belakang. Setelah Vidic, Ferdinand, O’Shea, Evans dan kembar Da Silva tidak bisa dimainkan, Sir Alex harus menurunkan Brown di lini tengah dengan ditemani Gary Neville. Bahkan, Fletcher harus mau untuk dimainkan sebagai bek kanan karena hal ini. Masalah muncul pada menit ke-34 saat sang kapten tiba-tiba merasa kesakitan dan harus diganti.
Di sinilah pertaruhan itu terjadi. Sir Alex memutuskan untuk memasang Michael Carrick sebagai center back, menemani Wes Brown. Saat permainan dilanjutkan, MU masih tampak kesulitan untuk membobol gawang West Ham sampai akhirnya pengalamanlah yang berbicara. Paul Scholes mampu memecah kebuntuan itu pada intury time dengan tembakan kanon dari kaki kirinya. Sebenarnya Robert Green sudah mampu menyentuh bola dengan tangannya, tapi karena kerasnya tendangan, bola tetap masuk ke gawang.
Di babak kedua, kerjasama apik oleh Rooney dan Giggs memudahkan Giggs untuk mengirim umpan kepada Gibson yang kemudian menyambut dengan tendangan keras ke arah gawang dari jarak yang sama dengan gol sebelumnya tanpa bisa dihalau Green. 2-0 untuk MU..!!
Sembilan menit berselang, terobosan apik oleh Rooney ke sisi kiri dikejar Anderson yang langsung mengirim bola ke depan gawang dan diteruskan menjadi gol oleh Valencia.
Hanya berselisih dua menit dari gol ketiga, Wayne Rooney menggenapi kemenangan MU lewat golnya meneruskan assist dari Valencia. Gol dari Rooney ini menutup pertandingan dengan kemenangan 4-0 untuk MU.
MU harus berterima kasih kepada musuh bebuyutannya Manchester City karena di saat yang sama City mampu menaklukan Chelsea 2-1 lewat gol Adebayor dan Carlos Tevez. Dengan kekalahan Chelsea kali ini, jarak antara mereka tinggal 2 poin dan ini adalah indikasi yang bagus menjelang tengah musim ini.
Temanku bilang, kita sebagai penonton hanya bisa menonton dan hanya berhak berkomentar serta menyemangati. Semoga saja permainan MU bisa terus seperti ini sehingga aku tidak perlu berkomentar yang menyalahkan pelatih dan pemain..
Glory.. Glory.. Man United…!!
Like this:
Be the first to like this post.